Kamis, 08 Oktober 2015

surat kecil untuk bunda

assalamu’alaikum bunda..
bunda apakabar kamu disana ? pasti bunda udah sama allah disyurga kan,gimana syurga itu bun ?pasti indah ya ?bunda..sekarang putri kembarmu sudah tumbuh menjadi remaja ,sehat, dan cantik secantik bunda .tapi pasti bunda udah tahu,karena aku percaya bunda disana selalu memperhatikan kami disini.bun..aku rindu sekali padamu,banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.
bunda..aku mau tanya,apa kehidupan itu keras?karena belakangan ini aku dirundung banyak masalah,dan disaat inilah aku merindukan belaian tanganmu bun.bun..kadang aku iri lihat teman-temanku yang setiap berangkat sekolah selalu diantar dan pulangpun dijemput,kadang aku merasa konyol karena aku berharap ada bunda yang menjemputku pulang sekolah pasti itu rasanya damai ya bun.
ohiya bun aku sering lihat koleksi foto-foto ayah dan bunda waktu semasa pacaran loh,lucu yaa bun..bunda juga cantik,aku sering tersenyum saat aku lihat foto bunda yang sedang menyuapi ayah makan,aku iri loh bun sama ayah,kaarena aku belum pernah merasakan itu.andai bunda masih ada pasti aku merasakan itu semua.
bun sebentar lagi hari sedihku akan tiba,kenapa ? karena sebentar lagi adalah hari ibu dan itu juga bertepatan dengan hari ulang tahunmu serta ulang tahun putri kembarmu dan hari dimana bunda ninggalin kita semua saat putri kembarmu baru menginjak usia 7 tahun.disekolahku akan mengadakan acara basuh kaki para bunda untuk memperingati hari ibu,karena syurga ada ditelapak kaki ibu.
tapi aku dan saudari kembarku tidak bisa mengikuti acara itu bun,karena bunda sekarang sudah disyurga.hari ibu pun tiba dan acara akan dimulai,10orang pertamapun maju untuk memulai acara membasuh kaki,tapi aku pergi bun.. aku tidak kuat melihat semuanya,andai bunda masih ada pasti kita paling unik ya bun.. karena 2orang yang membasuh kaki bunda.acara sudah dimulai bun dan aku  berdoa “tuhan tolong turunkan bundaku sebentar saaja hanya untuk mengikuti acara basuh kaki karena selama aku hidup belum pernah aku melakukan itu pada bundaku”.
disebrang sana aku lihat saudari kembarku terlihat lebih ceria berbeda denganku,aku lihat dia sedang meledek temannya yang sedang membasuh kaki ibunya,dia tertawa dia terlihat senang meski aku tahu pasti didalam hatinya diapun menangis sama seperti aku bun..mungkin..aku cenggeng ya bun,tapi aku tak pernah secenggeng ini sebelum kepergianmu bun..
jujur kepergianmu menyisakan kepedihan terdalam yang pernah aku rasakan bun..bagaimana tidak sepanjang hidup aku selalu dekat denganmu,tapi kemudian aku harus menjalani hidup tanpamu..aku sedih bun..saat-saat aku sedih seperti ini bun,aku butuh bunda..aku butuh hangatnya pelukmu,teduhnya matamu,dan belaian tanganmu bergelayut dirambut putrimu  semua pasti akan berbeda jika ada bundaa,sedih itu akan sirna bun..kini aku harus bagaimana bun? aku hanya bisa titip salam untukmu..
bunda kapan kita bisa bertemu lagi ? kapan kita bisa bernyanyi bersama lagi,seperti yang dulu bunda lakukan saat putri kembarmu kecil dan saat bunda masih ada ?aku rindu bun..aku rindu semua itu ,tapi agaknya tugasku didunia masih banyak ya bun..bukankah aku masih harus membahagiakan ayah dan bunda ?bunda pasti ingin lihat putri kembarmu bisa menjadi orang sukses kan ? yang bisa buat ayah bunda tersenyum,dan mencapai mimpi serta cita-cita putri kembarmu..yaa bunda tentu ingin lihat ..
tak ada yang bisa putri kembarmu lakukan lagi ,selain membahagiakan,mengirim doa setiap hari,tak berbuat salah apapun yang menambah beban akhiratmu .bunda..percaya pada putri kembarmu akan membahagiakanmu..
salam rinduku..anak kembarmu :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar