surat
kecil untuk bunda
assalamu’alaikum bunda..
bunda apakabar kamu disana ? pasti bunda udah sama
allah disyurga kan,gimana syurga itu bun ?pasti indah ya ?bunda..sekarang putri
kembarmu sudah tumbuh menjadi remaja ,sehat, dan cantik secantik bunda .tapi
pasti bunda udah tahu,karena aku percaya bunda disana selalu memperhatikan kami
disini.bun..aku rindu sekali padamu,banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.
bunda..aku mau tanya,apa kehidupan itu keras?karena
belakangan ini aku dirundung banyak masalah,dan disaat inilah aku merindukan
belaian tanganmu bun.bun..kadang aku iri lihat teman-temanku yang setiap
berangkat sekolah selalu diantar dan pulangpun dijemput,kadang aku merasa
konyol karena aku berharap ada bunda yang menjemputku pulang sekolah pasti itu
rasanya damai ya bun.
ohiya bun aku sering lihat koleksi foto-foto ayah
dan bunda waktu semasa pacaran loh,lucu yaa bun..bunda juga cantik,aku sering
tersenyum saat aku lihat foto bunda yang sedang menyuapi ayah makan,aku iri loh
bun sama ayah,kaarena aku belum pernah merasakan itu.andai bunda masih ada
pasti aku merasakan itu semua.
bun sebentar lagi hari sedihku akan tiba,kenapa ?
karena sebentar lagi adalah hari ibu dan itu juga bertepatan dengan hari ulang
tahunmu serta ulang tahun putri kembarmu dan hari dimana bunda ninggalin kita
semua saat putri kembarmu baru menginjak usia 7 tahun.disekolahku akan
mengadakan acara basuh kaki para bunda untuk memperingati hari ibu,karena
syurga ada ditelapak kaki ibu.
tapi aku dan saudari kembarku tidak bisa mengikuti
acara itu bun,karena bunda sekarang sudah disyurga.hari ibu pun tiba dan acara
akan dimulai,10orang pertamapun maju untuk memulai acara membasuh kaki,tapi aku
pergi bun.. aku tidak kuat melihat semuanya,andai bunda masih ada pasti kita
paling unik ya bun.. karena 2orang yang membasuh kaki bunda.acara sudah dimulai
bun dan aku berdoa “tuhan tolong
turunkan bundaku sebentar saaja hanya untuk mengikuti acara basuh kaki karena
selama aku hidup belum pernah aku melakukan itu pada bundaku”.
disebrang sana aku lihat saudari kembarku terlihat
lebih ceria berbeda denganku,aku lihat dia sedang meledek temannya yang sedang
membasuh kaki ibunya,dia tertawa dia terlihat senang meski aku tahu pasti didalam
hatinya diapun menangis sama seperti aku bun..mungkin..aku cenggeng ya bun,tapi
aku tak pernah secenggeng ini sebelum kepergianmu bun..
jujur kepergianmu menyisakan kepedihan terdalam yang
pernah aku rasakan bun..bagaimana tidak sepanjang hidup aku selalu dekat denganmu,tapi
kemudian aku harus menjalani hidup tanpamu..aku sedih bun..saat-saat aku sedih
seperti ini bun,aku butuh bunda..aku butuh hangatnya pelukmu,teduhnya
matamu,dan belaian tanganmu bergelayut dirambut putrimu semua pasti akan berbeda jika ada
bundaa,sedih itu akan sirna bun..kini aku harus bagaimana bun? aku hanya bisa
titip salam untukmu..
bunda kapan kita bisa bertemu lagi ? kapan kita bisa
bernyanyi bersama lagi,seperti yang dulu bunda lakukan saat putri kembarmu
kecil dan saat bunda masih ada ?aku rindu bun..aku rindu semua itu ,tapi
agaknya tugasku didunia masih banyak ya bun..bukankah aku masih harus
membahagiakan ayah dan bunda ?bunda pasti ingin lihat putri kembarmu bisa menjadi
orang sukses kan ? yang bisa buat ayah bunda tersenyum,dan mencapai mimpi serta
cita-cita putri kembarmu..yaa bunda tentu ingin lihat ..
tak ada yang bisa putri kembarmu lakukan lagi
,selain membahagiakan,mengirim doa setiap hari,tak berbuat salah apapun yang
menambah beban akhiratmu .bunda..percaya pada putri kembarmu akan
membahagiakanmu..
salam rinduku..anak kembarmu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar